Cloud Computing

  • 2 min read
  • Sep 10, 2020

Di era serba komputerisasi seperti sekarang, kita tidak bisa lepas dari yang namanya “Cloud Computing”. Saya yakin banyak dari kanca IT yang kesehariannya bersinggungan dengannya, tetapi mungkin kalian tidak menyadarinya. Buat yang belum tau apa itu cloud computing, kalian sedang berada di artikel yang tepat. Disini saya akan jelaskan apa itu cloud computing (komputasi awan), seperti apa sejarahnya dan apa manfaatnya. Sederhananya “komputasi awan” adalah sebuah layanan komputasi yang di sesuaikan dengan Permintaan dari sebuah aplikasi, Penyimpanan dan Pemrosesan. Layanan ini biasanya dijalankan melalui internet dan menggunakan sistem bayar sesuai pemakaian.

Sejarah

Cloud Computing adalah istilah sejak awal 2000-an, tetapi sebenarnya konsep dari layanan komputasi sudah ada jauh lebih lama, yaitu sejak tahun 1960-an. Pada era tersebut sebuah bursa komputer memberikan izin ke sebuah perusahaan untuk menyewa waktu pemakaian pada sebuah mainframe, daripada harus membelinya.

Layanan menyewa waktu ini sebagian besar diambil alih oleh munculnya PC yang terjangkau untuk dimiliki pada masa itu, dan kemudian munculah perusahaan “Data Center” untuk menyimpan data yang begitu besar.

Konsep ini lalu digunakan untuk menyewa akses ke sumber daya komputasi, layanan aplikasi, Utilitas dan computasi grid pada tahun 1990-an dan awal 2000-an. Kemudian diikuti dengan layanan cloud computing seiring perkembangan software yang digunakan.

Manfaat

Konsep dasar dari layanan “komputasi awan” ini berada pada lokasi layanan dan banyak detail seperti hardware atau sistem operasi yang digunakan. Pengambilan kata “cloud” (awan) adalah dari metafora skema jaringan telekomunikasi, dimana jaringan telepon umum dan kemudian internet sering di representasikan sebagai cloud (awan). Saat kita sedang melakukan panggilan telepon, kita bisa mengobrol dengan orang yang jauh. Seakan suara kita terbang melalui awan. Itulah dasar kenapa dikenal sebagai layanan cloud computing.

Jika kita memiliki sebuah perusahaan di era sekarang yang serba komputer, maka kita harus memikirkan yang namanya infrastruktur IT dan data center. Disinilah Cloud computing berperan, jika perusahaan tidak ingin memikirkan rumitnya infrastruktur IT, data center dan yang lainnya, perusahaan bisa menyewa akses ke apapun dengan cloud computing, seperti aplikasi maupun penyimpanan awan (cloud).

Salah satu manfaat menggunakan layanan ini adalah perusahaan bisa menghindari pengeluaran biaya infrastruktur dan kerumitan untuk memiliki dan memelihara inftastruktur IT mereka sendiri, Dan sebagai gantinya perusahaan hanya perlu membayar untuk apa yang mereka gunakan.

Layanan

Layanan Cloud Computing sekarang mencakup banyak pilihan, mulai dari basic storage, Networking dan Proccessing Power hingga kecerdasan buatan (AI) serta aplikasi standar kantor/perusahaan. Semua layanan ini tidak mengharuskan kita berada dekat secara fisik.

Netflix, sebuah perusahaan besar yang memanfaatkan cloud computing untuk layanannya, yaitu streaming video/film. Cloud Computing tidak hanya digunakan oleh perusahaan besar, tetapi juga untuk konsumen perorangan seperti Gmail atau Cloud backup pada sebuah smartphone.

Sekarang ini banyak perusahaan besar yang mengubah bisnisnya dengan menggunakan cloud computing. Salah satu contoh adalah Microsoft, dulu untuk menggunakan Microsoft Office kita cukup membeli aplikasi dengan sistem one-time-payment (sistem sekali bayar). Secara Perlahan mereka mengubah menjadi sistem berlangganan. Dengan sistem berlangganan tersebut, kita tidak dipusingkan ketika ada update versi terbaru atau perbaikan bugs dan yang lainnya. Namum, ada potensi kerugian dari penggunaan cloud computing, yaitu biaya bulanan (langganan) bagi kita atau perusahaan yang menggunakannya. Saat ini ada 2 layanan yang sangat populer, yaitu SaaS (Service as a Service), IaaS ( Infrastructure as a Service), PaaS (Platform as a Service).

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *