Inilah 7 Macam Macam Investasi yang Wajib Diketahui

Fandi Fabriyan

Dengan perkembangan era digital, investasi kini menjadi lebih mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Tentunya, ini berdampak positif pada pertumbuhan investasi di Indonesia. Namun, penting bagi Kanca IT untuk memahami macam macam investasi yang tersedia.

Adanya berbagai instrumen investasi memberikan lebih banyak pilihan kepada para investor. Memahami jenis-jenisnya, dapat membantu dalam mempertimbangkan keuntungan dan risiko, serta memperhatikan jangka waktu investasi yang diinginkan.

Macam Macam Investasi yang Wajib Diketahui

Investasi dapat dibedakan berdasarkan jangka waktunya menjadi dua kategori, yakni jangka panjang dan jangka pendek. Setiap kategori memiliki keunggulan dan risiko masing-masing. Namun, jenis investasi apa saja yang tersedia dan menguntungkan? Berikut penjelasan lengkapnya!

1. Saham

Investasi saham merupakan bentuk investasi yang telah bertahan lama di pasar keuangan. Saham merepresentasikan kepemilikan dalam suatu perusahaan. Ketika seseorang membeli saham, mereka memiliki hak sebagian dari kepemilikan perusahaan tersebut.

Return investasi saham umumnya berasal dari dividen dan pertumbuhan nilai saham itu sendiri. Perlu diingat bahwa jenis investasi ini juga membawa risiko yang cukup tinggi. Sehingga, diperlukan kemampuan analisis dan pemahaman untuk menempatkan modal investasi dengan bijak.

2. Emas

Bagi Kanca IT yang memiliki rencana untuk investasi dengan nilai intrinsik yang jelas, emas dapat menjadi opsi menarik. Investasi emas dikenal memiliki risiko yang rendah dan nilai yang cenderung stabil, bahkan terus meningkat setiap tahunnya.

Saat ini, terdapat berbagai aplikasi investasi emas yang populer dan dijamin keamanannya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beberapa aplikasi bahkan menawarkan pembelian emas mulai dari Rp100 atau sesuai dengan kemampuan finansial.

3. Deposito

Sama halnya dengan emas, deposito juga memiliki tingkat risiko yang rendah. Secara umum, konsep deposito tidak jauh berbeda dengan tabungan. Perbedaannya terletak pada tingkat bunga yang lebih tinggi, berkisar antara 5-6 persen per tahun.

Selain itu, deposito juga memiliki jangka waktu tertentu yang mengikat. Setiap bank memiliki kebijakan sendiri, tetapi umumnya, tenornya berkisar antara 12 hingga 24 bulan. Artinya, uangmu akan disimpan dalam deposito selama periode tersebut dengan tingkat bunga yang tetap.

4. Properti

Investasi properti merupakan salah satu macam macam investasi fisik, yang dianggap sangat menguntungkan karena nilainya cenderung meningkat setiap tahun. Misalnya seperti tanah atau rumah yang dapat disewakan atau dijual.

Meskipun memiliki potensi keuntungan yang besar, investasi properti memerlukan dana yang signifikan. Selain itu, ada beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan, seperti kerusakan bangunan. Oleh karena itu, diperlukan perawatan berkala agar nilai investasi tetap terjaga.

5. Reksadana

Selain investasi properti, reksadana juga turut meramaikan dunia investasi, khususnya di kalangan pebisnis dan Masyarakat umum. Reksadana merupakan sebuah wadah untuk menghimpun dana investor secara kolektif yang kemudian akan dikelola oleh manajer.

Reksadana sendiri terbagi menjadi lima jenis, antara lain reksadana pasar uang, reksadana index, reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap, dan reksadana saham. Masing-masing memiliki potensi risiko yang berbeda-beda.

6. Cryptocurrency

Cryptocurrency atau mata uang kripto merupakan salah satu dari macam macam investasi yang tengah naik daun belakangan ini. Cryptocurrency tidak memiliki nilai yang jelas, sehingga cara paling umum untuk berinvestasi adalah dengan membeli coin atau token.

Penilaian kualitas koin ini didasarkan pada sejauh mana koin tersebut digunakan oleh banyak orang dan potensinya untuk masa depan. Namun, karena nilai wajarnya yang belum pasti, investasi dalam cryptocurrency dianggap memiliki risiko tinggi.

7. Obligasi

Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah untuk dijual kepada masyarakat. Biasanya, bisnis yang berfokus pada pemberian pinjaman modal menggunakan obligasi sebagai instrumen keuangan.

Obligasi menawarkan keuntungan yang lebih tinggi karena suku bunga yang ditawarkan juga lebih tinggi. Namun, hal ini juga membawa risiko yang lebih tinggi. Jika peminjam mengalami kebangkrutan, ada kemungkinan dana yang diinvestasikan dapat hilang.

Artikel Lainnya

Bagikan:

Fandi Fabriyan

First You Learn, Then You Remove The "L"

Tinggalkan komentar