Perbedaan Shared Hosting, Cloud Hosting dan VPS

  • 4 min read
  • Sep 06, 2020
perbedaan hosting

Proses memilih layanan hosting memang bisa jadi rumit dan membingungkan, apalagi kalau Kanca IT adalah orang baru di dunia IT. Di samping itu, saat ini sudah tersedia beragam opsi layanan hosting yang menawarkan fitur berbeda. Oleh karenanya, sebelum menjatuhkan pilihan sebaiknya Kanca IT tahu perbedaan Shared Hosting, Cloud Hosting, dan VPS yang merupakan provider paling diminati ini.

Meskipun sama-sama memiliki reputasi baik di dunia web hoster, namun tentu ada kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Supaya tidak merasa kecewa di kemudian hari, sebagai smart user Kanca IT dituntut untuk bisa memilih hosting yang cocok dengan website.

Apa Perbedaan Shared Hosting, Cloud Hosting dan VPS?

Ketika mengetik keyword layanan web hosting, Kanca IT pasti akan sering melihat 3 provider terkenal seperti VPS, Cloud Hosting, dan  ini muncul pada peringkat teratas. Namun ketiganya memiliki beberapa perbedaan layanan cukup signifikan. Jadi, sebelum setuju menggunakan salah satunya, ada baiknya mencari tahu keunggulan serta kekurangan masing-masing hosting.

Baca Juga: Pengertian Hosting

1. Apa Itu Shared Hosting?

Untuk website dengan cakupan kecil, maka shared hosting ini biasanya adalah opsi yang paling dianjurkan. Seperti namanya, shared hosting dipakai oleh beberapa pengguna sekaligus secara bersama-sama. Jadi, resource serta kapasitas server yang ada di hosting ini dipakai bersama (sharing).

Layanan shared hosting dapat diibaratkan seperti menyewa sebuah apartemen. Semua penghuni akan berbagi fasilitas yang ada di bangunan tersebut, mulai tempat parkir, tangga, elevator, hingga tempat sampah. Ketika ada salah satu penghuninya mendominasi penggunaan fasilitas, maka akan mengganggu penghuni yang lain.

Meskipun begitu, shared hosting adalah provider yang menawarkan harga paling ekonomis. Jadi, tidak heran kalau peminatnya sangat banyak. Namun tentunya apa yang Kanca IT bayar sesuai dengan yang akan didapatkan, karena layanan shared hosting ini cukup terbatas.

Kelebihan shared hosting

  • Pembaruan, keamanan, serta pengelolaan server dikerjakan pihak penyedia layanan
  • Harga sangat terjangkau, bahkan relatif murah kalau dibandingkan Cloud Hosting, dan VPS

Kekurangan shared hosting

  • Karena sistem penggunaannya berbagi, maka berpotensi menyebabkan loading lambat
  • Server yang dipakai secara bersamaan oleh banyak web bisa mengakibatkan overload atau gangguan pada semua pengguna layanan hosting
  • Sumber daya dan fasilitas sangat terbatas

2. Cloud Hosting

Provider selanjutnya adalah cloud hosting, yang mengusung sistem resource dari beberapa server fisik terpusat, dan dijalankan secara bersamaan (cluster). Dengan cloud hosting, maka Kanca IT bisa membangun sebuah mesin virtual unlimited. Saat menggunakan layanan dari cloud hosting, Kanca IT bebas mengurangi atau menambah resource sesuai kebutuhan web.

Mengusung teknologi cluster yang cukup mutakhir, maka cloud hosting ini bisa dijadikan pilihan untuk web Kanca IT. Pasalnya, apabila salah satu servernya mengalami masalah atau down, maka akan dibantu oleh server lain, dengan cara mengalihkan tugas. Sistem ini dapat diandalkan untuk mengoptimalkan uptime layanan.

Kalau dianalogikan, cloud hosting seperti memakai AirBnB (situs platform dengan berbagai penawaran rumah atau kamar pribadi untuk disewakan. Kanca IT tetap berbagai fasilitas dengan penghuni lain, namun bisa pindah ke tempat lebih kecil atau besar kalau mau. Dengan kata lain, Kanca IT memiliki kebebasan untuk move ke rumah lain yang terdaftar di platform.

Kelebihan cloud hosting

  • Tidak seperti provider hosting lain yang menggunakan server tunggal, cloud hosting dijalankan oleh beberapa server sekaligus, sehingga saat terjadi gangguan, maka tugas di back up oleh server lain.
  • Hemat tenaga dan budget, karena Kanca IT bisa mendapatkan performa server layaknya di shared hosting, maupun VPS.
  • Cloud hosting bersifat fully managed, jadi pengguna tidak membutuhkan skill khusus dalam menjalankannya.
  • Layanan cloud hosting sangat fleksibel, dan skalabilitas. Kanca IT bebas menambah sumber daya menyesuaikan dengan kebutuhan.

Kekurangan cloud hosting

  • Harga lebih mahal kalau dibandingkan shared hosting

Baca Juga: Pengertian VPN

3. Virtual Private Server (VPS)

Untuk menambah pengetahuan Kanca IT mengenai perbedaan shared hosting, cloud hosting, dan VPS. Pada poin ini akan dibahas rekomendasi layanan hosting terakhir, yakni virtual private server atau yang lebih dikenal dengan sebutan VPS. Provider ini mengusung satu server fisik yang dibagi atas beberapa server virtual sebagai sumber dayanya.

Masing-masing server virtual tersebut berjalan layaknya dedicated server. Jadi, sekilas VPS memang mirip shared hosting. Perbedaan paling menonjol diantara keduanya hanya terletak pada sistem pembagian sumber daya tersedia. Jika menggunakan VPS, maka sumber daya server akan available khusus untuk Kanca IT, dan tidak akan terpengaruh pengguna lain.

Kalau dianalogikan, menggunakan VPS sama seperti mengontrak rumah di sebuah kompleks perumahan. Kanca IT diminta bertanggung jawab atas semua fasilitas yang ada di dalamnya, termasuk perbaikan ketika terjadi kerusakan. Namun, Kanca IT masih tinggal berdampingan dengan penghuni lain di kompleks yang sama.

Kelebihan VPS

  • Pengguna bisa mengembangkan kapasitas kapasitas server kalau dibutuhkan
  • Karena konfigurasi keamanan dikelola penuh oleh pihak VPS, maka tingkat keamanannya jauh lebih tinggi, khususnya dibandingkan shared hosting
  • Kanca IT akan mendapatkan akses untuk melakukan root, sehingga bisa mengubah pengaturan sesuai kebutuhan

Kekurangan VPS

  • Harga lebih mahal dibandingkan shared hosting, maupun cloud hosting
  • Pengguna membutuhkan skill lebih dalam, khususnya yang berkaitan dengan sistem operasi Linux dan server

Diantara Shared Hosting, Cloud Hosting dan VPS, Mana Yang Lebih Bagus?

Supaya mendapatkan layanan hosting yang match, maka Kanca IT perlu menyusun spesifikasi server berdasarkan pada kebutuhan website. Hal ini wajib dilakukan untuk menghindari masalah kerugian yang bisa saja timbul pada beberapa waktu ke depan. Website berskala besar tentu membutuhkan sumber daya lebih besar, sementara website kecil akan lebih maksimal dengan resource standar.

Berikut di bawah ini adalah kriteria untuk memilih hosting dari beberapa provider :

1. Kapan harus menggunakan shared hosting?

Jika Kanca IT termasuk dalam kalangan pengguna awam, dan berencana untuk membangun website dalam skala kecil, hingga menengah, misalnya web pribadi, dan blog. Disarankan menggunakan layanan shared  hosting karena lebih mudah dipahami. Namun kalau ingin terjun ke bisnis, maka bisa beralih ke hosting bisnis yang kapasitasnya lebih besar.

2. Kapan harus menggunakan cloud hosting?

Layanan cloud hosting bisa dijadikan referensi oleh pemilik situs website kelas kecil, menengah, dan atas. Sistem cluster yang diusung cloud hosting membuat provider ini sangat bisa diandalkan, khususnya dalam mengatasi berbagai masalah. Jadi, Kanca IT tidak perlu khawatir kinerja website akan terganggu.

3. Kapan harus menggunakan VPS?

Sesuai dengan harganya, VPS menawarkan fasilitas yang tidak main-main. Pengguna akan mendapatkan akses root untuk mengembangkan sumber daya sesuai kebutuhan. Jadi, bagi penggiat bisnis, maka sangat direkomendasikan memilih VPS. Namun, pengguna VPS juga dituntut untuk tahu cara melakukan konfigurasi server hosting manual.

Setelah mengetahui perbedaan shared hosting, cloud hosting, dan VPS. Pastinya sekarang Kanca IT sudah memiliki gambaran mengenai layanan hosting seperti apa yang cocok untuk diaplikasikan di website. Memilih provider hosting yang tepat bukan hanya akan mendukung optimasi website, namun juga membantu Kanca IT mengelola budget dengan lebih baik lagi.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *