Pengertian Database atau Basis Data

  • 3 min read
  • Agu 24, 2020
pengertian-database

Database menjadi istilah yang sering kita jumpai apalagi ketika Kanca IT belajar tentang pemrograman. Untuk mengetahui informasi dasar tentang pengertian database, Kanca IT dapat menyimak beberapa informasi berikut.

Pengertian Database

Database merupakan sekumpulan informasi yang disimpan secara sistematik dalam komputer sehingga dapat digunakan menggunakan program komputer. Database juga dapat disebut sebagai representasi kumpulan fakta yang saling terkait dan disimpan dalam ruang yang sama tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan.

Database biasanya terdiri dari susunan record dari data operasional lengkap yang terdapat pada suatu organisasi perusahaan yang terorganisir dan saling terintegrasi dengan metode tertentu. Basis data terbentuk dengian tujuan untuk memenuhi informasi yang optimal dimana informasi tersebut akan dibutuhkan oleh pengguna.

Sejarah Database Database

Penggunaan istilah database diawali dari ilmu komputer yang kemudian artinya semakin meluas. Penggunaan istilah database juga diilakukan tidak hanya untuk hal yang terkait dengan komputer. Sebelumnya revolusi industri juga telah menggunakan basis data yang dibaut dalam bentuk buku besar, kuitansi, dan berbagai data yang terkumpul dan berhubungan dengan bisnis.

Basis data mengacu pada koleksi data yang saling terhubung dan perangkat lunak lain yang mengacu sebagai sistem manajemen basis data. Untuk melakukan manajemen basis data dapat dilakukan agar data dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan termasuk pengambilan keputusan terkait dengan bisnis. Selain itu, basis data dalam suatu perusahaan sangat penting karena dapat digunakan untuk merekam setiap transaksi yang ada.

Baca Juga: Pengertian HDD dan SSD

Dalam pemrograman, database yang sering digunakan adalah MySQL (My Structure Query Language). Perangkat managemen basis data ini menggunakan lisensi General Public License (GPU). MySQL pertama kali dirilis pada 23 Mei 1995 oleh David Axmark dari Swedia dan Michael Monty dari Finlandia yang saat itu merupakan pengembang Oracle.

Komponen Sistem Basis Data (Database)

Dalam prakteknya, basis data terdiri dari kumpulan tabel atau file yang saling berhubungan. Selain itu, terdapat Database Management System (DBMS) yang memungkinkan basis data dapat digunakan oleh beberapa pemakain untuk mengakses dan memanipulasi file atau data di dalamya. Dalam sistem basis data terdapat beberapa komponen yaitu Perangkat Keras, Sistem Operasi, Basis Data, dan Pengguna:

  1. Perangkat Keras

Hardware atau perangkat keras menjadi komponen yang sangat penting dalam sistem basis data. Tanpa adanya perangkat keras, tentu suatu basis data tidak dapat diakses. Biasanya perangkat keras yang melekat dengan sistem basis data adalah memori sekunder harddisk.

  1. Sistem Operasi

Agar basis data dapat diakses, tentunya membutuhkan sistem operasi agar sistem pada komputer dapat berfungsi. Kendali terhadap seluruh sumber daya dalam komputer dapat dilakukan dengan sistem operasi. Beberapa sistem operasi yang banyak digunakan diantaranya adalah Microsoft Windows, Microsoft Windows NT, MS-DOS, dan UNIX.

  1. Basis Data

Basis data menjadi komponen utama agar data dapat diolah dengan baik. Biasanya sebuah basis data terdiri dari beberapa objek seperti tabel atau file. Pengolahan dapat dilakukan dengan adanya Database Management System (DBMS). Pengguna dapat secara langsung melakukan perubahan pada data dengan DBMS kemudian perubahan itu akan disimpan sehingga dapat digunakan kembali.

  1. Pengguna

Pengguna akan berinteraksi secara langsung dengan basis data melalui DBMS yang terpasang pada sistem operasi. Pemilihan DBMS dengan user interface yang menarik tentu diharapkan dapat membantu penggunan lebih mudah dalam melakukan manipulasi data.

Baca Juga: Jenis-jenis Komputer

Tipe Database

Hingga saat ini setidaknya terdapat 12 tipe database yang dapat dimanfaatkan. Penggunaan database juga dapat dilakukan berdasarkan tipe yang ada. Berikut tipe database yang perlu Kanca IT ketahui.

  • Operational Database, yang melakukan penyimpnaan kebutuhan data secara rinci untuk mendukung operasi di seluruh organisasi.
  • Analytical Database, yang melakukan penyimpanan data dari operasional dan eksternal
  • Data Warehouse, yang menyimpan data yang ada di saat ini dan saat sebelumnya.
  • Distributed Database, merupakan basis data kelompok kerja lokal dan departemen di perkantoran dengan skala tertentu.
  • End-user Database yang terdiri dari berbagai file data hasil dari pengembangan end-user pada
  • External Database, merupakan database yang menyediakan akses ke eksternal.
  • Hypermedia Database on The Web, merupakan kumpulan dari halaman multimedia yang salaing berhubungan di website.
  • Navigational Database, pada database ini queris akan mengikuti referensi dari objek lain.
  • In-memory Database, biasanya digunakan untuk penyimpanan daa komputer yang berbeda dengan mekanisme penyimpanan pada
  • Document-oriented Database, yang menyimpan setiap catatan sebagai dokumen dengan karakteristik tertentu.
  • Real-time Database, biasanya digunakan untuk akuntansi, perbankan, hukum, multimedia, catatan medis, sistem reservasi, analisis data ilmiah, dan kontrol proses.
  • Relational Database, yang pada umumnya digunakan saat ini karena dapat digunakan dengan mudah untuk informasi terstruktur.

Dengan mengetahui hal dasar terkait dengan database, Kanca IT dapat menggunakan database untuk berbagai tujuan tertentu. Ketika Kanca IT memahami tentang konsep dan pengertian database maka akan lebih mudah untuk melakukan implementasinya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *