Pengertian Arsitektur Jaringan

pengertian arsitektur jaringan

Pengertian Arsitektur Jaringan – Kanca IT, pernahkah kalian mendengar istilah arsitektur jaringan? Jika Kanca IT belajar tentang teknik komputer dan jaringan pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan istilah satu ini. Simak informasi berikut untuk mengetahui pengertian arsitektur jaringan dan pembagiannya.

Pengertian Arsitektur Jaringan

Arsitektur jaringan merupakan rancangan arus komunikasi yang diterapkan pada media elektronik. Arsitektur jaringan juga merupakan lapisan atau himpunan layer yang memiliki tujuan untuk memberikan layanan pada layar diatasnya.

Jenis Arsitektur Jaringan

Pada umumnya arsitektur jaringan terbagi menjadi tiga bagian yaitu WAN, MAN, dan LAN. Untuk mengatahui detail dari ketiga arsitektur jaringan tersebut, maka Kanca IT dapat menyimak informasinya berikut ini.

WAN (Wide Area Network)

WAN merupakan jaringan yang lebih luas dibandingkan dengan MAN dan LAN. Biasanya WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer antar negara hingga benua. Agar jaringan dapat terhubung, maka diperlukan kabel fiber optik. Kabel tersebut biasanya ditanam di tanah ataupun dibawah laut.

MAN (Metropolitan Area Network)

MAN menjadi jaringan yang memiliki jangkauan lebih sempit jika dibandingkan dengan WAN namun lebih luas jika dibandingkan dengan LAN. Teknologi yang digunakan pada MAN sudah lebih bagus jika dibandingkan dengan LAN. Cakupan yang lebih luas mendukung untuk menghubungkan jaringan komputer antar kota.

Agar jaringan MAN dapat diterapkan, maka diperlukan operator telekomunikasi. Operator akan berperan menjadi penghubung antara jaringan komputer satu dengan jaringan komputer lainnya.

LAN (Local Area Network)

Local Area Network (LAN) merupakan jenis dari arsitektur jaringan dimana jaringannya mencakup area lokal saja. Biasanya jaringan tersebut dimanfaatkan oleh orang yang berada di area LAN. Penggunaan LAN biasanya untuk menghubungkan perangkat ke internet yang memanfaatkan perangkat jaringan sederhana. Terdapat beberapa contoh dari perangkat sederhana yang digunakan diantranya Router, Hub, UTP dan Switch.

Arsitektur Topologi Jaringan

Topologi jaringan masih terkait dengan istilah arsitektur jaringan. Secara umum terdapat tiga jenis pembagian topologi jaringan yaitu.

Topologi Star

Topologi ini disebut sebagai topologi star karena memiliki bentuk seperti bintang. Dalam topologi ini terdapat inti yang disambungkan dengan node atau inti lainnya. Topologi ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya akan memudahkan dalam penambahan komputer dalam jaringan. Kekurangan dari topologi ini adalah saat lalu lintas padat, maka kecepatan transfer datapun akan menjadi lebih lambat.

Topologi Ring

Topologi Ring menjadi topologi yang memiliki performa tinggi. Setiap node pada topologi ini akan memiliki peran sebagai repeater agar sinyal lebih kuat. Setiap perangkat yang ada pada Topologi Ring akan bekerjasama untuk menerima serta meneruskan sinyal. Proses yang terjadi akan dibantu oleh Token.

Topologi Bus

Topologi Bus merupakan topologi yang pertama kali dicetuskan untuk menghubungkan komputer. Setiap komputer dapat terhubung dengan kabel panjang dengan beberapa terminal. Diujung kabel terdapat terminator. Saat ini, topologi bus jariang digunakan karena memiliki potensi tabrakan data dan kecepatan transfer yang terbilang lambat.

Arsitektur Terminalogi Jaringan

Kanca IT, terdapat beberapa hal yang termasuk pada arsitektur terminalogi jaringan diantaranya adalah sebagai berikut.

  • CAN (Campus Area Network), merupakan jaringan yang menghubungkan gedung atau bangunan pada komplek tertentu.
  • Intrantet, merupakan jaringan yang dapat diakses oleh pengguna sah atau diizinkan disuatu tempat tertentu.
  • MAN (Metropolitan Area Network), merpuakan jaringan yang digunakan untuk menghubungkan perangkat pada sbuah kota.
  • SAN (Storage Area Network), merupakan jaringan yang digunakan untuk menghubngkan perangkat yang saling berkaitan seperti sistem tape dan RAID penyimpan file server.
  • VLAN (Virtual Local Area Network), merupakan jaringan yang memungkinkan komputer terhubung pada jaringan yang sama walalupun secara fisik terpisah.
  • Client-Server, merupakan jaringan yang memberikan layanan dengan sistem memberi dan menerima.
  • Peer-to-peer, merupakan jaringan yang memungkinkan semua komputer berlaku sama (tidak menggunakan sistem client dan server)

Arsitektur Fisik Jaringan Komputer Berdasarkan Media

Kanca IT, jika dilihat dari medianya terdapat dua arsitektur fisik jaringan komputer yaitu kabel dan nirkabel. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut.

Nirkabel/Wireless

Wireless menggunakan udara atau gelombang radio untuk transmisi data pada frekuensi tertentu. Penggunaan nirkabel dapat mendukung mobilitas yang tinggi. Selain itu, biaya pemasangan yang dibutuhkan juga lebih murah jika dibandingan dengan wired network.

Kabel

Kabel digunakan untuk media pengantar dalam jaringan komputer. Pada prakteknya, terdapat beberapa jenis kabel yang digunakan yaitu twisted pair, coaxial, dan fiber optic. Setiap kabel memiliki perbedaan dalam kecepatan transfer dan keamanan yang dimiliki. Biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan kabel juga relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan nirkabel.

Kanca IT, sekarang sudah lebih tahu ya tentang pengertian arsitektur jaringan. Jika kanca IT tertarik untuk mempelajari arsitektur jaringan, maka Kanca IT dapat mempertimbangkan untuk memperdalam bidang ilmu satu ini ya.

Penulis: Fandi Fabriyan

First You Learn, Then You Remove The "L"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *