Pengertian Algoritma

pengertian algoritma

Berbicara tentang algoritma, Kanca IT mungkin langsung mengarah pada pemrograman. Sebagian besar orang mengenal algoritma sebagai salah satu bagian pemrograman komputer. Sebenarnya, algoritma memiliki cakupan yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan yang difikirkan oleh sebagian orang.

Pengertian Algoritma

Algoritma dapat dikatakan sebagai susunan yang logis dan sistematis dimana susunan tersebut digunakan untuk memecahkan suatu masalah. Algoritma akan diurutkan berdasarkan susunan yang sistematis. Dalam dunia komputer, algoritma adalah sistem kerja komputer yang terdiri dari sekumpulan perintah yang saling terintegrasi pada hardware, software, dan brainware.

Pada dunia pemrograman, algoritma digunakan dalam pembagungan berbagai perangkat lunak yang akan dijalankan pada perangkat komputer. Algoritma yang digunakan dalam pembuatan software biasaya diimplementasikan menggunakan beberapa Bahasa pemrograman seperti C#, PHP, Visual Basic, Java, dan berbagai bahasa pemrograman lainnya.

Tanpa adanya algoritma, suatu baris kode bahasa pemrograman tidak dapat diselesaikan dengan baik. Seluruh baris kode yang dibuat biasanya diatur oleh algoritma yang digunakan. Pengaturan tersebut dimulai dari aktivitas saat membuka perangkat lunak, pengoperasian, dan berabgai aktifitas lainnya.

Biasanya algoritma memiliki struktur tertentu sehingga langkah yang digunakan telah tersusun sedemikan rupa. Langkah yang tersusun dengan baik ditujukan agar proses penyelesaian suatu masalah dapat dilakukan dengan baik untuk menghindari proses yang berbelit dan memastikan proses hanya membutuhkan waktu yang singkat.

Ciri-ciri Algoritma

Walaupun algoritma identik dengan langkah-langkah logis dan sistematis, namun tidak semua penyelesaian masalah yang logis dapat disebut algoritma. Terdapat lima ciri penting dari algoritma yang dikemukakan oleh Donald E. Knuth dalam The Art of Computer Programming. Lima ciri tersebut diantaranya:

  1. Keterbatasan (Finitenes)

Algoritma harus memiliki akhir setelah mengerjakan sejumlah langkah proses untuk menyelesaikan masalah. Walaupun suatu Langkah untuk penyelesaian tak terbatas namun sebuah algoritma tetap harus berhenti. Instruksi yang dibuat dalam urutan tertentu tentunya dimaksudkan agar masalah dapat selesai. Walaupun demikian, banyaknya langkah atau instruksi yang digunakan harus berhingga. Jika tidak, proses penyelesaian masalah akan memerlukan waktu yang lama.

Suatu program yang tidak pernah berhenti terindikasi memiliki algoritma yang salah. Prosedur yang diterapkan harusnya mampu untuk menghasilkan solusi. Baik dalam kondisi ada atau tidak adanya solusi, proses harus tetap berhenti. Jika terdapat suatu algoritma yang hanya berhenti saat menghasilkan atau memiliki solusi maka dapat disebut dengan semi algoritma.

  1. Kepastian (Definiteness)

Maksud dari kepastian adalah setiap langkah yang ada harus dapat didefinisikan dengan tepat dan tidak memiliki arti ganda (ambiguous). Langkah yang pasti tentu akan memudahkan pembaca untuk memahami setiap langkah yang terdapat pada suatu algoritma. Ketika langkah diterapkan dalam sebuah Bahasa pemrogramn tentu kepastian menjadi sangat penting agar program dapat dijalankan sesuai dengan kebutuhan.

  1. Input (masukan)

Input menjadi salah satu ciri yang ada pada sebuah algoritma. Biasanya, algoritma memiliki nol atau lebih data masukan (input). Masukan merupakan besaran yang diberikan pada algoritma sebelum dijalankan. Data yang menjadi masukan akan digunakan untuk diproses oleh suatu algoritma.

  1. Output (Keluaran)

Setalah ada input, maka akan ada output dari suatu proses yang dijalankan. Algoritma dapat memiliki nol atau lebih output yang merupakan besaran yang memiliki hubungan dengan input. Output seharunya adalah solusi dari masalah yang penyelesaiannya menggunakan algoritma.

  1. Effektivitas

Algoritma haruslah efektif dan langkah pengerjaan algoritma harus dapat dikerjakan dalam waktu yang semestinya. Setiap langkah yang ada harus sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam rentang waktu tertentu.

Algoritma dapat dikatakan efektif ketika algoritma tersebut telah menghasilkan solusi yang sesuai dengan permasalahan yang terjadi atau tepat guna. Algortima dapat dikatakan efisien saat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses singkat dan tidak banyak menggunakan memori.

Sifat-sifat Algoritma

Pada intinya suatu algoritma diharuskan dapat menghasilkan keluaran dalam waktu yang realtif singkat dan penggunaan memori yang sedikit serta langkah yang berhingga sehinga prosesnya dapat berakhir dengan baik. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang menjadi sifat algoritma sebagai berikut.

  • Suatu algoritma tidak menggunakan simbol dari bahasa pemrograman tertenu sehingga dapat diterapkan dalam bahasa pemrograman apa saja yang nantinya akan digunakan oleh pengembang program.
  • Suatu algoritma tidak bergantung pada bahasa pemrograman tertentu sehingga sifatnya umum namun dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.
  • Notasi yang terdapat pada algoritma dapat dimanfaatkan untuk seluruh bahasa pemrograman apa saja.
  • Algoritma dapat dimanfaatkan untuk representasi dari aturan kejadian dengan logis dan dapat diterapkan untuk semua permasalahan atau kejadian yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Kanca IT, sekarang sudah tahu ya tentang pengertian algoritma, ciri dan sifatnya. Khusus untuk Kanca IT yang terjun di dunia pemrograman tentu sudah tidak asing lagi dengan penggunaan algoritma untuk pembuatan program. Tapi paling tidak artikel tentang pengertian algoritma di atas dapat menjadi referensi buat Kanca IT semua.

Baca Juga:

Penulis: Fandi Fabriyan

First You Learn, Then You Remove The "L"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *