Command Line Interface: Pengenalan CLI dan Contoh

  • 4 min read
  • Okt 13, 2020

Buat kanca IT yang berkecimpung di dunia pemrograman atau software development pasti tidak asing dengan Command Line Interface atau CLI, Buat kanca IT yang belum tau apa itu Command Line Interface simak terus pembahasan mengenai pengenalan CLI dan contohnya berikut ini.

Command Line Interface atau bisa kita singkat dengan CLI, Sebuah tools yang tidak lebih dan tidak kurang dari sebuah abtraksi melalui baris perintah. Sepakat atau tidak, banyak para calon programmer atau yang baru mau belajar pemrograman pasti merasa malas atau takut untuk belajar CLI. Bahkan dikemudian hari dalam karir kalian, Mungkin akan berusaha menghindari dengan yang namanya CLI. Hal itu sangat wajar dan tidak buruk. Ada situasi (Seperti saat terhubung ke Server) dimana kalian tidak akan memiliki akses ke tools favorit kalian, tetapi kalian hanya memiliki akses melalui Command Line Interface.

Apa itu Command Line Interface?

Dulu, Jauh sebelum ada sistem operasi moderen kita hanya diperkenalkan command line. Command Line Interface adalah sebuah metode untuk berinteraksi dengan komputer melalui perintah(command). Kanca IT akan menuliskan perintah didalamnya dan komputer akan melakukan tugas yang ditentukan oleh perintah tersebut.

CLI sangatlah fleksibel. Kanca IT bisa merangkai beberapa perintah secara bersama-sama agar komputer melakukan tugas yang lebih kompleks. Fleksibilitas inilah salah satu alasan mengapa CLI masih begitu populer sampai saat ini.

Contoh CLI

Saat ini, Perlu diketahui bahwa setiap sistem operasi modern memiliki yang namanya Command Line Interface (CLI). Namun CLI sebagian besar ada 2, yaitu UNIX dan Microsoft. Sistem operasi seperti UNIX terdiri dari beberapa kelompok atau macam. Kanca IT mungkin pernah mendengan Linux dan semua distro-distronya (Ubuntu, Debian, Arch, Kali dll) yang berbeda-beda. Ada juga MacOS, iOS dan Android. Semua sistem operasi yang saya sebutkan tadi menggunakan CLI UNIX.

Sedangkan Microsoft memiliki 2 sistem operasi : DOS Dan Windows. CLI pada sistem operasi yang dimiliki microsoft tidak memiliki perintah dan konversi yang sama dengan UNIX. Tetapi yang lebih penting, mengembangkan perangkat lunak di windows tidak bergantung pada CLI. Pada tahun 2015 Microsoft baru-baru ini menambahkan kompatibilitas baru. Yaitu menambahkan Layer kompatibilitas ke windows 10 dengan sebutan WSL (Windows Subsystem for Linux). Dengan demikian, memungkinkan kanca IT untuk menjalankan perintah UNIX di windows. Jadi perbedaan yang saya sebutkan sebelumnya tidak terlalu penting lagi.

CLI UNIX

Buat kanca IT yang ingin belajar CLI, saya sarankan untuk belajar CLI UNIX, kenapa? Seperti yang sudah saya singgung diatas, sekarang ini di windows 10 sudah support WSL. Dimana kita bisa menggunakan perintah-perintah dari UNIX di sistem operasi windows. Dengan begitu kanca IT hanya cuku belajar satu CLI saja.

Selain itu, meskipun microsoft tidak ada pembaruan seperti WSL, Belajar CLI UNIX masih sangat berguna. Hal itu karena Linux adalah sistem operasi server yang banyak disukai saat ini. Jadi saat kanca IT terhubung ke server menggunakan SSH, kalian harus menggunakan yang namanya Command Line Interface.

Terminal

Sekarang kita akan melihat bagaimana kita berinteraksi menggunakan Command Line Interface. Semua perintah-perintah akan dilakukan melalui aplikasi yang oleh banyak orang disebut “Terminal”. Terminal hanyalah nama umum untuk jenis aplikasi CLI. Misalnya, untuk ekosistem GNOME Linux dan MacOS menyebutnya “Terminal”. Tapi untuk ekosistem KDE Linux dan Windows menyebutnya “Console”. Faktanya adalah ada banyak aplikasi terminal yang berbeda untuk semua sistem operasi. Dan bukan hal yang aneh pula untuk seorang developer untuk menggunakan istilan “Console” dan “Terminal” secara bergantian. Hal seperti itu biasanya membuat bingung untuk pemula. Demi kejelasan, pada artikel ini saya hanya akan menggunakan terminal untuk merujuk pada aplikasi “Terminal”. Kanca IT tidak usah bingung untuk menggunakan istilah console atau terminal. Sebagai catatan tambahan, pada artikel ini terminal yang saya gunakan menggunakan aplikasi pihak ketiga. Yaitu HyperJS, aplikasi ini cross-platform yang artinya bisa di install untuk Windows, Linux dan MacOS.

Membuka Jendela Terminal

Setelah saya mengklarifikasi terminilogi seputar aplikasi terminal, saya akan membuka aplikasi terminal. Secara tampilan mungkin akan berbeda. Karna terminal sendiribisa di custom. Bagian terpenting bukanlah dari segi tampilannya, melainkan perintah-perintah apa yang akan tulis di terminal tersebut.

Diatas adalah tampilan yang akan kacna IT lihat saat membuka jendela terminal di MacOS. Bagi sebagian orang yang tidak terbiasa dengan Command Line, tampilan diatas bisa jadi menakutkan. Hal itu karna hanya ada satu baris teks dan kursor berkedip dilayar kalian.

Tetapi teks dan kursor berkedip itu adalah elemen penting dari sebuah command line interface. Teks “broky@macintosh” ini disebut sebagai “Prompt” Kanca IT dapat mengenalinya dengan tanda “~>”. Untuk dibeberapa terminal mungkin akan berbeda. secara umum “prompt” akan di identifikasi dengan tanda dollar “$”. Prompt sangatlah penting, karena informasi kontekstual disediakan oleh terminal. Informasi yang paling umum yang akan kanca IT lihat di promt adalah direktori atau folder saat ini.

Selanjutnya adalah kursor, Kursor jauh lebih mudah dimengerti. Banyak darai kita pernah melihat kursor. Dalam konteks ini, kanca IT menggunakannya untuk berinteraksi dengan command line interface. Kursor akan memberi tahu kalian sedang berada dimana dan dimana karakter akan muncul saat mengetiknya.

Mengetik Perintah di terminal

Pada tahap ini, saya akan mengetikan sebuah perintah pertama ke terminal yang sudah saya buka. Salah satu perintah yang paling umum yang akan digunakan dengan CLI adalah perintah “ls”. Perintah “ls” adalah singkatan dari “List”. Sesuai kepanjangannya, saya akan mengetikan perintah / command “ls” untuk menampilkan list (daftar). Secara khusus, saya akan menggunakannya untuk melihat daftar dari direktori atau file tertentu. Berikut adalah contoh keluaran untuk sebuah command “ls”.

command-ls

Command “ls” diatas akan menampilkan semua direktori dan file di direktori home saya. Tetapi bagaimana saya tahu bahwa saya berada di direktori home? Padahal tidak ada keterangan bahwa saya sedang berada di direktori home.

Singkatnya, saya baru saja membuka jendela terminal. Secara umum, jika kita membuka jendela baru terminal, tampilan awal akan berada di direktori home kalian. Tetapi, jika kanca IT tidak yakin sedang berada dimana. kanca IT bisa menggunakan perintah / command “pwd”. Command “pwd” sendiri adalah singkatan dari “Print Working Directory”. kanca IT bisa liat pada gambar dibawah :

command-pwd

Diatas adalah output saat kanca IT mengetikan command “pwd” setelah command “ls” sebelumnya. Seperti yang kanca IT lihat, pada gambar diatas muncul satu baris teks “/Users/broky”. artinya saya berada di Home dari user broky. Sekarang kita tahu bahwa secara default lokasi awal pada jendela terminal adalah berada di home. Demikian sekilas mengenai pengenalan CLI. Semoga Bermanfaat

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *