DevOps: Pengertian dan Penerapannya pada BRITECH

  • Bagikan

DevOps – Selama ini mungkin Anda sudah familiar dengan sebutan developer, namun bagaimana dengan DevOps? Apakah keduanya memiliki makna yang sama?

Bisa dikatakan ya, namun DevOps adalah kultur baru yang menekankan kolaborasi antara “Dev” dari kata developer dan “Ops” yang diambil dari kata operations.

Makna dari penggabungan dua kata tersebut adalah pengembangan dari sebuah sistem atau aplikasi dengan operasional. Sehingga, bisa disimpulkan jika kultur baru ini akan menyokong koordinasi antara tim development atau pengembang dengan tim operational sehingga dapat menghasilkan kinerja yang lebih efektif dan efisien.

Nantinya, tim development maupun operation hanya perlu mengonfigurasikan beberapa komponen melalui prosedur yang telah disusun. Pastinya koordinasi antara keduanya membutuhkan tools pendukung.

Nah, salah satu perusahaan yang telah menerapkan DevOps adalah BRI dalam BRITECH. Mulanya, tugas dari tim developer dan operation di BRI tidak memiliki keterkaitan satu sama lain.

Yang mana tim developer memiliki bertugas untuk mengembangkan sistem atau aplikasi sesuai dengan arahan tim bisnis, melakukan testing dan terakhir dilanjutkan ke tim operation.

Sementara tahap monitoring aplikasi, response time dan langkah-langkah selanjutnya akan dilakukan tim operation tanpa campur tangan tim developer. Tim operation juga bertanggung jawab penuh atas operasi aplikasi serta melakukan maintenance paska pengembangan sistem.

Namun, di era serba digital ini penggabungan antara developer dan operations dilakukan demi menciptakan layanan yang lebih cepat dan efektif.

Tujuan Dibentuknya Kultur DevOps

Seperti yang sudah dijelaskan singkat di atas, bahwa kultur DevOps dibentuk untuk meningkatkan kolaborasi antara kedua tim, development dan operations.

Nah, pembentukan kultur baru ini dilakukan dengan beberapa tujuan, seperti:

  1. Meningkatkan deployment frequency
  2. Menurunkan tingkat kegagalan pada sistem atau aplikasi rilisan terbaru
  3. Meningkatkan waktu pemasaran
  4. Mempersingkat waktu perbaikan
  5. Meningkatkan waktu pemulihan aplikasi.

Berdasarkan laporan State of DevOps, penerapan DevOps pada suatu organisasi IT dapat meningkatkan kinerja hingga 30x lebih tinggi dan efisiensi waktu mencapai 200x lebih cepat. Tingkat kegagalan pun menurun hingga 60x lebih sedikit serta proses dapat dilakukan 168x lebih cepat.

Penerapan DevOps di BRITECH

Penggunaan culture baru ini mulai dilakukan di BRI sejak tahun 2018 lalu. Di mana perusahaan perbankan terbesar di Indonesia ini telah membentuk tim DevOps Engineer secara profesional.

Tim inilah yang kemudian mengambil peran mulai dari tahap pengembangan aplikasi sampai dengan perilisannya. Seluruh tahapan dilakukan oleh satu tim DevOps Engineer, seperti mempersiapkan server, build apk sampai deployment.

Sebelumnya, tahapan-tahapan tersebut diselesaikan secara terpisah dan membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama. Tetapi, dengan adanya kultur DevOps, seluruh tahapan di atas dapat diselesaikan menjadi jauh lebih cepat. Bahkan dari hitungan jam kini dapat diselesaikan hanya dalam 3 menit saja.

Waktu kerja yang jauh lebih efektif ini bisa dicapai dengan penggunaan Continous Integration/Continous Delivery (CI/CD) pipeline. CI/CD sendiri merupakan langkah-langkah pekerjaan yang akan diselesaikan secara otomatis dan dilakukan oleh robot.

Proses CI/CD sendiri terbagi dalam dua tahap, yakni version control, build, dan test dalam proses CI dan deployment dalam proses CD.

Tahapan-tahapan tersebut dilakukan secara bertahap, seperti mengumpulkan source code (version control), kemudian masuk ke tahap build yang termasuk tahap pengembangan code app, testing, dan terakhir tahap deployment yang dilakukan secara otomatis.

Nah, untuk menciptakan CI/CD pipeline yang fleksibel, BRITECH menggunakan aplikasi yang disebut Jenkins. Jenkins juga bisa disebut sebagai open source automation server berbasis Java yang berfungsi untuk melakukan otomatisasi proses CI/CD.

Tentunya pemilihan Jenkins sebagai aplikasi untuk menciptakan CI/CD pipeline bukan tanpa alasan, melainkan karena beberapa kelebihan berikut:

  • Jenkins bersifat open source, sehingga dapat diakses secara gratis tetapi masih bisa diandalkan untuk berbagai keperluan
  • Tersedia ribuan plugin yang memungkinkan BRITECH melakukan kustomisasi CI/CD sesuai kebutuhan
  • Teradapat komunitas aktif sebagai tempat diskusi dan berbagi solusi ketika ada suatu permasalahan
  • Interface sederhana dan user-friendly.

Dengan berbagai kelebihan di atas, Jenkins mampu menghasilkan CI/CD dengan fleksibilitas tinggi, sehingga tim DevOps pun dapat bekerja lebih optimal.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.