Berkenalan dengan Bottleneck PC

  • 3 min read
  • Agu 13, 2020
bottleneck

Dalam artikel pengertian komputer saya pernah menyinggung istilah bottleneck. Buat Kanca IT mungkin istilah ini amat sangatlah asing atau mungkin sudah ada yang tau. Bottleneck sangatlah penting untuk kita ketahui. Terutama saat kita akan membangun/merakit sebuah PC. Buat yang baru dengar istilah bottleneck. Yuk, cari tahu pengertian bottleneck dan cara menguranginya.

Pengertian Bottleneck

Bottleneck adalah Sebuah hambatan yang terjadi ketika sebuah elemen atau komponen sebuah PC menahan/menghambat kinerja komponen lainnya. Dengan demikian komponen yang seharusnya bekerja maksimal tidak mencapai batasnya. Sebagian orang menyebut bottleneck dengan sebutan sumbatan. Istilah ini akan sering kita jumpai saat kita akan merakit sebuah PC. Sayangnya tidak banyak yang tau, ini mungkin karna konsep yang sulit untuk dipahami bagi sebagian banyak orang. Itulah kenapa pembahasan ini sangat penting. Ketika kanca IT akan merakit sebuah PC. Penting untuk mengetahui istilah ini, kenapa bottleneck bisa terjadi, bagaimana cara menemukannya dan yang terpenting adalah bagaimana cara menghindarinya.

“Bottleneck” itu seperti air yang mengalir disebuah botol. Air yang mengalir pada botol dengan leher (leher botol) akan lebih lambat. Ketimbang mengalir pada botol tanpa leher. sebagai contoh, mari kita coba membalikan sebuah botol berisi air dan membuka tutupnya. Air akan mengalir keluar dari botol, tetapi kecepatan akan tertahan sesuai lebar leher botol. Semakin lebar pembuka botol atau lebar leher, maka semakin cepat air keluar. Coba kita bayangkan air yang kita tuangkan tadi kita tuang ke sebuah penampung air. Dan kita ilustrasikan penampung air tersebut sebuah monitor. Pembuka botol (leher botol) mewakili komponen komputer yang menghambat. Itulah gambaran bottleneck pada sebuah air yang dituang dari botol.

Contoh Kasus Bottleneck

Cara gampang gambaran dalam kasus nyata adalah, saat Kanca IT mempunyai sebuah PC yang sudah cukup tua. Tetapi masih merasa cukup kompatibel atau mumpuni. Kemudian Kanca IT membeli Graphic Card (GPU) ke PC tersebut. kemudian Kanca IT memainkan sebuah game atau membuka aplikasi yang membutuhkan graphic card. Mungkin PC Kanca IT tidak mengalami lag atau melambat. tetapi itu sudah cukup untuk bisa kita sebut bottleneck, kenapa?. Karena graphic card yang kanca IT pasang di PC tersebut tidak akan bekerja maksimal sesuai potensinya. Padahal jika graphic card tersebut dipasang di PC spek lebih baru, berpotensi sepuluh kali lebih cepat. Kenapa hal itu bisa terjadi?. Jelas karna faktor komponen lain seperti CPU(Prosesor), RAM atau komponen lainnya sangat lambat.

Macam-Macam Bottleneck

Bottleneck CPU (Prosesor)

Bottleneck paling umum yang akan kita temui adalah pada kinerja CPU, dimana CPU akan membatasi potensi kinerja dari sebuah graphic card, Seperti kasus diatas. Sederhananya CPU kalian tidak cukup kuat untuk mengimbangi kinerja atau potensi dari graphic card. Mari kita selami lebih dalam kenapa hal itu terjadi. Misalkan kita mempunyai sebuah game dengan render 60 frame per second (fps). Disini CPU akan mempersiapkan pengiriman gambar ke GPU. Yang berarti CPU mengirim beberapa data berupa tekstur, objek dan lainnya untuk di render oleh GPU. pada tahap ini GPU menerima data dan me-render data gambar tersebut, kemudian mengembalikannya ke CPU untuk ditampilkan ke monitor. Di saat yang bersamaan CPU masih bekerja mempersiapkan data gambar frame berikutnya untuk dikirim ke GPU. Disini kita akan memiliki hambatan di CPU. Dimana GPU lebih cepat mengolah atau me-render gambar sedangkan CPU terhambat mempersiapkan data yang akan dikirim ke GPU.

Bottleneck GPU (Graphic Card)

Seperti kasus bottleneck CPU di atas, hambatan terjadi pada CPU karna spek CPU lebih tua dari GPU. Jika kasus diatas kita balik, yaitu GPu lebih tua atau jadul dari CPU, makan GPU akan kewalahan me-render data yang dikirim oleh CPU. Pada saat bermain game, CPU bekerja lebih sibuk ketimbang GPU, karna memproses banyak data yang akan dikirim untuk di render oleh GPU . Sedangkan GPU bekerja lebih keras untuk merender data gambar yang diterima. Tapi apa yang terjadi jika GPU kalian lebih jadul dari CPU?. Tentunya akan terjadi bottleneck pada GPU, dimana saat CPU sudah selesai memperiapkan data frame berikutnya, GPU belum selesai merender data sebelumnya.

Bottleneck RAM

Bottleneck pada RAM biasanya akan berpengaruh pada multitasking, terutama saat kanca IT menjalankan banyak aplikasi pada komputer. Bukan hanya pada multitasking saja, bottleneck pada RAM biasanya akan berasa saat playback video di proses editing pada aplikasi seperti premier pro atau aplikasi editing sejenisnya.

Bottleneck Storege (Media Penyimpanan/HDD)

Storage atau media penyimpanan, kanca IT mungkin bertanya-tanya. Kok bisa bottleneck pada media penyimpanan?. Banyak yang belum tau kalau media penyimpanan seperti HDD bisa menjadi penyebabnya. Mungkin kanca IT pernah mengalami saat membeli laptop dengan spek yang bagus, tetapi masih berasa lemot. Anggap saja laptop yang kacan IT beli menggunakan spesifikasi core i7 8th, 8GB RAM, 1TB HDD. Dengan Spek demikian kanca IT mungkin masih merasakan lemot. Terutama saat booting, copy data, buka file bahkan aplikasi, hal tersebut terjadi karna ada hambatan pada HDD. Singkatnya, sebuah media penyimpanan mempunyai kemampuan baca tulis (Read/Write). Kemampuan baca tulis ini berpengaruh pada proses seperti booting, copy data, buka file atau aplikasi. Kemampuan baca tulis pada HDD rata-rata adalah 100-150MB/s. Itulah kenapa mucul teknologi baru bernama SSD (Solid State Drive) untuk mengatasi bottleneck pada storage. Pada lain artikel akan saya bahas perbedaan HDD dan SSD, beserta kelebihan dan kekurangannya.

Tips Mengurangi Bottleneck

Tentu saja ada beberapa hal yang bisa mengatasi Bottleneck. Kanca IT bisa melakukannya dengan cara menutup (kill) aplikasi-aplikasi yang berjalan dibackground. Hal tersebut bisa mengurangi beban pada CPU ataupun GPU. Tips lainnya Kanca IT bisa meng-overclock CPU jika memungkinkan. Tips yang terakhir Kanca IT harus mengeluarkan budget, yaitu kalian harus upgrade RAM atau mengganti HDD ke SSD.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *