5 Aplikasi Trading Terbaik OJK untuk Pemula

Fandi Fabriyan

Seperti halnya investasi, trading kini menjadi salah satu aktivitas keuangan yang menguntungkan. Namun, untuk meraih hasil optimal, penting bagi Kanca IT menggunakan aplikasi trading terbaik OJK dan ramah untuk investor pemula.

Aplikasi yang aman harus sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini memastikan bahwa investasi berjalan dengan aman, terutama bagi pemula.

Aplikasi Trading Terbaik OJK dan Ramah Pengguna

Saat ini, proses menanam saham tidak begitu sulit karena dapat dilakukan melalui aplikasi di smartphone. Berikut daftar aplikasi trading yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan:

1. RTI Business

Aplikasi pertama yang sangat populer di kalangan para investor adalah RTI Business. Aplikasi ini menawarkan fitur penyajian data yang lengkap dan antarmuka yang ramah pengguna. Sehingga, cocok untuk Kanca IT yang ingin memulai investasi.

Salah satu keunggulan utama dari aplikasi ini adalah adanya fitur simulasi trading saham. Dengan fitur ini, pengguna dapat mempelajari dinamika saham melalui simulasi sebelum terlibat secara nyata. Hal ini memungkinkan mereka untuk memahami mekanisme kerja saham dengan lebih baik.

Selain itu, aplikasi ini juga menonjolkan kelebihan dalam menyajikan data yang mencakup profil, neraca keuangan, arus kas, probabilitas, hingga pendapatan perusahaan. Informasi ini menjadi dasar pertimbangan penting sebelum mengambil keputusan terkait perusahaan yang akan diinvestasikan.

2. Motion Trade

Motion Trade merupakan aplikasi trading yang dikembangkan oleh MNC Sekuritas, anak perusahaan dari MNC Group. MNC Sekuritas sendiri telah beroperasi sejak tahun 1989, menjamin kredibilitas dan pengalaman yang tak terbantahkan.

Keunggulan aplikasi ini tidak hanya terletak pada kemudahan biaya, tetapi juga fitur-fitur canggih yang disediakan. Pengguna dapat menikmati Voice Command dan Advanced Charting, yang memudahkan analisis dalam bertransaksi saham.

Menariknya lagi, aplikasi trading terbaik OJK ini dapat diakses melalui berbagai perangkat, termasuk smartwatch. Kelebihan ini mempermudah Kanca IT untuk memantau pergerakan saham kapan saja dan di mana saja.

3. IPOT

PT Indo Premier Sekuritas memiliki aplikasi trading digital bernama IPOT. Saat ini, IPOT telah mengalami transformasi menjadi super app investasi yang mengintegrasikan seluruh platform transaksi, ke dalam satu aplikasi yang dapat diunduh secara gratis.

Dalam aplikasi ini, pengguna dapat menikmati sejumlah fitur menarik, termasuk Robot Trading. Robot ini mampu menjalankan instruksi transaksi, baik penjualan maupun pembelian, sesuai dengan harga yang diinginkan.

Selain itu, IPOT juga menawarkan keunggulan deposit dengan nominal seminimal mungkin, yang tentu saja menarik bagi pemula. Biaya transaksi untuk penjualan saham ditetapkan sebesar 0,2 persen, sementara untuk pembelian saham sebesar 0,19 persen.

4. MOST Mandiri

Masih belum menemukan yang tepat? Mungkin MOST Mandiri bisa menjadi opsi yang menarik. Sesuai dengan namanya, aplikasi trading terbaik OJK ini dikembangkan oleh Bank Mandiri, yang terintegrasi langsung bagi para nasabahnya.

Salah satu keunggulan utama dari MOST Mandiri adalah fitur Auto Order. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk secara otomatis melakukan pembelian atau penjualan saham. Sehingga, memberikan kemudahan dalam mengelola investasi.

Bagi investor pemula, Bank Mandiri juga menyediakan layanan pelatihan khusus. Ini akan membantu para investor dalam memahami penggunaan platform dan bagaimana cara kerja investasi saham dengan lebih baik.

5. BCAS

Bank BCA menyediakan aplikasi investasi bernama BCA Sekuritas (BCAS), sejalan dengan layanan serupa dari Bank Mandiri. Melalui aplikasi ini, nasabah Bank BCA dapat dengan efisien mengakses berbagai produk investasi.

BCAS menonjolkan fitur unggulan bernama Quick Order, yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi jual-beli saham dengan cepat dan mudah. Untuk memulai, nasabah perlu menyetor deposit awal minimal sebesar Rp3 juta.

Dalam melakukan transaksi, BCAS menetapkan biaya sebesar 0,28% untuk penjualan dan 0,18% untuk pembelian. Namun, jika nasabah menggunakan jasa broker, ada peningkatan biaya menjadi 0,35% untuk penjualan dan 0,25% untuk pembelian.

Artikel Lainnya

Bagikan:

Fandi Fabriyan

First You Learn, Then You Remove The "L"

Tinggalkan komentar